nursuci anwar
Kamis, 18 April 2013
INI DIA SANG IDOLA JADI PEMAIN FILM DALAM 9 SUMMER 10 AUTUMNS :)
FILM adaptasi novel 9 Summers 10 Autumns segera dirilis konon memiliki kesamaan cerita dengan kisah pemeran utamanya, Ihsan Tarore.
Diakuinya, film arahan sutradara Ifa Isfansyah itu sama-sama menggambarkan perjuangan hidup seorang anak dengan keterbatasan ekonomi namun mampu meraih mimpinya menjadi orang yang sukses.
"Kalau Mas Iwan anak sopir angkot, kalau bapak saya tukang becak," ujar Ihsan dalam sesi jumpa pers film 9 Summers 10 Autums kepada wartawan, Rabu (13/3).
Bedanya, tambahnya, Iwan, tokoh sekaligus penulis buku novel 9 Summers 10 Autumns tersebut berhasil menjadi orang sukses di New York, Amerika, sementara Ihsan dapat merasakan syuting film di New York untuk pertama kalinya.
"Pertama kali bagi saya ke New York, wow banget!" ungkapnya terharu.
Sepulangnya dari New York menuju tanah kelahirannya di Medan, jebolan Indonesian Idol itu mendapatkan sambutan hangat sekaligus kekhawatiran yang mendalam oleh sang ibu.
Pasalnya saat Ihsan berangkat ke negeri Paman Sam, cuaca di negeri itu dikabarkan sedang tidak bersahabat. Mendengar kabar tersebut, ibu ihsan khawatir bukan kepalang. Saking khawatirnya ia bahkan sampai berpuasa demi keselamatan dari putra kesayangannya tersebut.
"Setelah pulang ke Medan, ibu saya bilang, aduh anak saya pertama kali ke New York ada badai, dia sampai puasa," kisahnya.
Meski demikian, diakunya pengalamannya syuting di New York memberikan ia banyak pengalaman berharga. Ia bersyukur meskipun cuaca sedang tidak bersahabat pada saat ia syuting di New York, Tuhan tetap memberikannya kelancaran.
"Banyak pengalaman seru. Tapi alhamdulilah dikasih kelancaran sama Allah. Ibaratnya disana tidak pernah sepi, ada baiknya ada badai jadi sepi," tuturnya.
FILM adaptasi novel 9 Summers 10 Autumns segera dirilis konon memiliki kesamaan cerita dengan kisah pemeran utamanya, Ihsan Tarore.
Diakuinya, film arahan sutradara Ifa Isfansyah itu sama-sama menggambarkan perjuangan hidup seorang anak dengan keterbatasan ekonomi namun mampu meraih mimpinya menjadi orang yang sukses.
"Kalau Mas Iwan anak sopir angkot, kalau bapak saya tukang becak," ujar Ihsan dalam sesi jumpa pers film 9 Summers 10 Autums kepada wartawan, Rabu (13/3).
Bedanya, tambahnya, Iwan, tokoh sekaligus penulis buku novel 9 Summers 10 Autumns tersebut berhasil menjadi orang sukses di New York, Amerika, sementara Ihsan dapat merasakan syuting film di New York untuk pertama kalinya.
"Pertama kali bagi saya ke New York, wow banget!" ungkapnya terharu.
Sepulangnya dari New York menuju tanah kelahirannya di Medan, jebolan Indonesian Idol itu mendapatkan sambutan hangat sekaligus kekhawatiran yang mendalam oleh sang ibu.
Pasalnya saat Ihsan berangkat ke negeri Paman Sam, cuaca di negeri itu dikabarkan sedang tidak bersahabat. Mendengar kabar tersebut, ibu ihsan khawatir bukan kepalang. Saking khawatirnya ia bahkan sampai berpuasa demi keselamatan dari putra kesayangannya tersebut.
"Setelah pulang ke Medan, ibu saya bilang, aduh anak saya pertama kali ke New York ada badai, dia sampai puasa," kisahnya.
Meski demikian, diakunya pengalamannya syuting di New York memberikan ia banyak pengalaman berharga. Ia bersyukur meskipun cuaca sedang tidak bersahabat pada saat ia syuting di New York, Tuhan tetap memberikannya kelancaran.
"Banyak pengalaman seru. Tapi alhamdulilah dikasih kelancaran sama Allah. Ibaratnya disana tidak pernah sepi, ada baiknya ada badai jadi sepi," tuturnya.
9 SUMMER 10 AUTUMNS SIAP PREMIER 25 APRIL 2013 :)
SATU lagi karya layar lebar yang diadaptasi dari sebuah novel best seller.
Sutradara Ifa Isfansyah mengadaptasi novel 9 Summers 10 Autumns menjadi sebuah karya film.
Diangkat dari kisah nyata film produksi Angka Fortuna Sinema ini mengisahkan tentang kisah anak sopir angkot di kota Batu, Malang, Jawa Timur. Meski hidup dengan keterbatasan ekonomi, namun ia mampu menembus batas mimpi menjadi direktur di sebuah perusahaan multinasional di New York, Amerika Serikat.
Film dengan durasi 112 menit ini dibintangi oleh sejumlah aktor dan aktris ternama diantaranya, Alex Komang, Dewi Irawan, Ihsan Tarore, Agni Pratistha, Dira Sugandi, Hayra Faturrahman, dan sejumlah aktor dan aktris lainnya.
Edwin Nazir, Produser film 9 Summers 10 Autumns dalam jumpa persnya mengatakan belum dapat memastikan tanggal rilis dari film tersebut. Namun pihaknya memastikan dalam kurun waktu kurang dari 2 bulan film tersebut akan segera dirilis.
"Yang pasti sekitar satu setengah bulan dari sekarang. Ada 2 opsi tanggal, saya masih butuh waktu untuk memutuskan. Yang pasti tidak akan lebih dari 2 bulan dari sekarang," ujar Edwin kepada wartawan, Rabu (13/3).
Iwan Setyawan, pengarang novel yang didapuk menjadi penulis skenario dalam film ini mengatakan bahwa sebagai sutradara, Ifa telah berhasil menerjemahkan apa yang ditulisnya menjadi sebuah karya visual yang menginspirasi.
"Saya sudah nonton film ini. Saya menangis dua kali dalam hidup saya. Yang pertama pas bapak saya meninggal dan kedua setelah nonton film ini," ungkapnya.
Menurut akun Twitter resmi filmnya, 9 Summers 10 Autumns rilis di bioskop April 2013.
Senin, 21 Januari 2013
jangan tanyakan mengapa...
jangan tanyakan mengapa..
aku hanya memilih diam membisu meratapi kesunyian
diam dengan luka atau berbicara pada kegembiraan
yah, mungkin itu salah satunya..
jika dirimu bertanya tentangku saat ini
aku lbih memilih diam dan memerintahkanmu untuk menanyakannya pada angin..
jelas, angin yang berhembus menemani kesepian yang di balut luka
dan terkadang hadir dengan menemani keresahan hati yang sedang risau
entah saat ini aku bisa mengeluh pada siapa?
siapa? dan siapa?
aku juga tak tahu mengapa seperti ini..
yah seperti ini .. merasakan perasaan yang tak menentu...
bertahan dalam kesendirian didampingi oleh keheningan malam
mungkin seperti ini lah yang bisa membuatku berpikir lebih jernih
berpikir mengenai hati, dan menemukan jawaban yang pasti...
jawaban yang bisa meletakkan sesuatu yang memberikan senyuman buat kita :)
aku hanya memilih diam membisu meratapi kesunyian
diam dengan luka atau berbicara pada kegembiraan
yah, mungkin itu salah satunya..
jika dirimu bertanya tentangku saat ini
aku lbih memilih diam dan memerintahkanmu untuk menanyakannya pada angin..
jelas, angin yang berhembus menemani kesepian yang di balut luka
dan terkadang hadir dengan menemani keresahan hati yang sedang risau
entah saat ini aku bisa mengeluh pada siapa?
siapa? dan siapa?
aku juga tak tahu mengapa seperti ini..
yah seperti ini .. merasakan perasaan yang tak menentu...
bertahan dalam kesendirian didampingi oleh keheningan malam
mungkin seperti ini lah yang bisa membuatku berpikir lebih jernih
berpikir mengenai hati, dan menemukan jawaban yang pasti...
jawaban yang bisa meletakkan sesuatu yang memberikan senyuman buat kita :)
Minggu, 20 Januari 2013
final PPM
PEMBANGUNAN
RUMAH BERSALIN ”NUR SUCI”
DI DESA
WETTE’E KECAMATAN PANCA LAUTANG KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG
DISUSUN OLEH :
NURSUCI
ANWAR
14120110042
W1
FAKULTAS
KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS
MUSLIM INDONESIA
MAKASSAR
2013
Kata Pengantar
Assalamualaikum Wr. Wb.
Puji syukur kami haturkan kepada ALLAH SWT karena berkat limpahan karunianyalah, kami dapat menyelesaikan tugas kami dengan tepat pada waktunya. Tak lupa salawat dan salam kami
limpahkan kepada junjungan Nabi besar, Nabi MUHAMMAD SAW
beserta para keluarga dan sahabat beliau, karena berkat kerja keras beliau
serta keikhlasan, beliau telah mengubah dunia yang gelap menjadi terang
menderang.
Makalah ini
disusun dengan judul PEMBANGUNAN RUMAH BERSALIN NUR SUCI di Desa Wette’e
Kecamatan Panca Lautang Kabupaten Sidenreng Rappang dari mata kuliah
Pembangunan dan Pengorganisasian Masyarakat
Saya menyadari bahwa makalah ini belum begitu
sempurna walaupun telah diselesaikan, sebab kita ketahui bahwa tak ada gading
yang tak retak. Oleh karena itu kritik, saran, dan masukan dari semua pihak
sangat kami harapkan demi kesempurnaan makalah
ini.
Terimakasih
Wassalam
Makassar, 19 Januari 2013
Nursuci
Anwar
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Zaman sekarang ini masalah kesehatan
yang selalu ada dan masih merajalela di mayarakat adalah salah satunya masalah
persalinan. Dalam masalah ini akan menjadi salah satu factor terjadinya salah
satu poin Millennium Development Goals
yaitu kematian ibu dan anak. Meningaktanya angka kematian ibu dan anak tentunya
akan membahas masalah persalinan tersebut dan tentunya hal ini banyak terjadi
pada masyarakat pedesaan.
Mengapa saya mengatakan seperti
demikian? Karena adanya factor ekonomi dan kurangnya ketersediaan fasilitas
kesehatan di daerah mereka, sehingga hal ini lah yang memicu mereka untuk
mempercayakan kesehatan dan proses persalinan mereka ke dukun. Kurangnya
pengetahuan masyarakat tentang kesehatan ini juga merupakan salh satu factor
pendukung dengan terjadinya peningkatan kematian ibu dan anak di daerah
pedesaan.
Maka dari itu saya ingin memberikan
suatu rancangan pembangunan mengenai rumah bersalin di daerah-daerah yang
sangat membutuhkan agar masalah ini dapat menurunkan angka kematian ibu dan
anak dari proses persalinan yang terjadi pada ibu hamil. Dengan didirikannya
fasilitas rumah bersalin ini, masyarakat dapat memberikan kepercayaan kepada
para petugas kesehatan dalam menangani segala proses persalinan dan dapat
mengatasi masalah kesehatan lainnya di daerah tersebut.
B.
TUJUAN
ü Memberikan informasi kepada masyarakat tentang
pentingnya kesehatan
ü Memberikan fasilitas seperti rumah sakit
bersalin agar tidak terjadinya peningkatan angka kematian ibu dan anak
ü Meningkatkan kesehatan ibu dan anak di
masyarakat pedesaan
C.
SASARAN
Pembangunan
fasilitas kesehatan ini di tujukan tentunya di daerah terpencil, terutama di
Desa Wette’e kecamatan Panca Lautang Kabupaten Sidenreng Rappang dengan
didirikannya 1 rumah bersalin yaitu Rumah Bersalin Nur Suci
LANGKAH
– LANGKAH PEMBANGUNAN
Adapun
tahap pembangunan yaitu :
1.
Identifikasi dan penyebaran informasi atau
masalah
Ø Seorang wanita membutuhkan fasilitas sebelum
dan setelah melakukan persalinan sehingga setelah melakukan persalinan, wanita
tersebut tidak merasakan sakit yang luar biasa dibandingkan dengan melakukan
persalinan tanpa bantuan medis.
Ø Masalah tersebut tentu berbeda orang yang
menangani masalah persalinan tersebut. Dukun dan tenaga medis memiliki keahlian
dan bidang masing-masing, tentu dalam hal persalinan tenaga medis lah yag mesti
melakukan kewajibannya dan memberikan fasilitas yang tebaik kepada pasien agar
kesehatan ibu dan anak terjaga
Ø Adanya hubungan yang baik atau kerjasama antara
tenaga medis, dukun, dan masyarakat agar tidak ada kesalah pahaman mengenai
masalah pembangunan rumah bersalin ini dan pembangunan dapat berjalan dengan
lancer
Ø Dilaksanakannya pertemuan antara perancang
pembangunan dan petugas kesehatan dengan masyarakat desa agar tujuan
pelaksanaan Rumah Bersalin dapat berjalan dengan lancar dan mendapat dukungan
masyarakat sekitar
Ø Dapat bertukar pikiran antara masyarakat dan
petugas kesehatan mengenai masalah pembangunan tersebut sehingga memperoleh
kerjasama yang baik dan memperoleh kepuasaan sesuai dengan yang diharapkan
2.
Mobilisasi Masyarakat/Komunitas
Masyarakat distimulasi untuk dating
bersama-sama untuk :
Ø Mendiskusikan masalah-masalah yang menjadi
penghambat pembanguna Rumah Bersalin Nur Suci
Ø Menghadiri pertemuan-pertemuan dimana masalah
dianalisis bersama dengan masyarakat
Ø Memahami tujuan-tujuan pembangunan agar tidak
terjadi kesalahpahaman
Ø Menyusun rencana pembangunan dan
pengimplementasian mengenai pembangunan Rumah Bersalin Nur Suci
Ø Menghadirkan pemimpin-pemimpin berpotensi
menyelesaikan pembangunan Rumah Bersalin Nur Suci dan panitia bekerja dengan
baik
3.
Pengorganisasian
Ø Membangun kekuatan-kekuatan dari manusia,
material, mesin, dan uang agar mereka dapat memperoleh kerja sama dengan cara
yang tertib guna menghasilkan pembangunan untuk keuntungan-keuntungan atau
pemberian pelayanan kepada masyarakat.
Ø Mendirikan organisasi yang melibatkan
masyarakat, tenaga medis, dan perancang pembangun serta mendiskripsikan
pekerjaan masing-masing agar tujuan bersama dapat tercapai sesuai yang
diinginkan
Ø Melaksanakan kewajiban dengan penuh rasa
tanggung jawab dan kerjasama yang tinggi
Ø Saling menghargai satu sama lain agar tidak
terjadi kesalahpahaman baik itu secara individu maupun kelompok
4.
Pendidikan
Disaat
anggota-anggota masyarakat dididik untuk menerima tanggung jawab terhadap
organisasi mereka serta untuk memperoleh keterampilan-keterampilan dan
teknik-teknik organisasi yang penting guna pemeliharaan organisasi. Adapun
tugas-tugas tersebut adalah :
a. Menjalin kontak dengan individu, kelompok,
ataupun organisasi
b. Mengembangkan profil komunitasm, menilai
kebutuhan, dan sumber daya masyarakat
c. Mengembangkan analisis strategis, merencanakan
sasaran, tujuan jangka pendek, dan tujuan jangka panjang
d. Memfasilitasi kemapanan kelompok-kelompok
sasaran
e. Bekerja secara produktif dalam mengatasi
konflik, baik konflik antar kelompok ataupun antarorganisasi
f.
Melakukan
kolaborasi dan negosiasi dengan berbagai lembaga dan profesi
g. Menghubungkan isu yang ada secara efektif
dengan pembuatan keputusan dan implementasinya termasuk menjalin relasi dengan
politisi tingkat local
h. Berkomunikasi baik dalam bentuk lisan maupun
tulisan dengan berbagai individu, kelompok ,dan organisasi
i.
Bekerja bersama
individu dalam kmunitas termasuk melakukan konsultasi apabila diperlukan
j.
Mengelola sumber
daya yang ada termasuk waktu dan dana
k. Mendukung kelompok dan organisasi guna
mencapai sumber daya yang dibutuhkan, misalnya dana dilakukan dengan membuat
proposal
l.
Memonitor dan
mengevaluasi perkembangan program atau kegiatan terutama pemanfaatan sumber
daya yang ada secara efektif dan efisien
m. Menarik diri dari kelompok yang sudah
berkembang dan atau memfasilitasi proses perpisahan yang efektif
n. Mengembangkan, memantau, dan mengevaluasi
strategi serupa
PENDEKATAN
YANG DIGUNAKAN DALAM PEMBANGUNAN RUMAH BERSALIN NUR SUCI
Pendekatan
yang digunakan dalam pembangunan ini adalah pendekatan Kbutuhan Dasar, karena
pendekatan ini memiliki syarat tenaga kerja produtkif yang merupakan komponen
penting dalam memperoleh pendapatan yang akan digunakan untuk rasa kepuasan
perorangan yag merupakan pelengkap bagi kebutuhan individu. Pendekatan
kebutuhan dasar adalah sebagai strategi yang memberikan prioritas lebih tinggi
kepada retistrbusi daripada pertumbuhan. Para PKD lebih memilih pendekatan
langsung, yaitu hubungan langsung antara strategi pembangunan dan pengapusan
kemiskinan daripada menunggu hasil cucuran dari pertumbuhan.
Pendekatan kebutuhan dasar juga
merupakan serangan langsung terhadap kemiskinan dunia dengan memenuhi kebutuhan
dasar di bidang pangan, nutrisi, kesehatan, pendidikan, dan perumahan. Demikian
pula melalui kegiatan-kegiatan yang bias menambah lapangan pekerjaan serta
penghasilan di kalangan kelompok-kelompok pendapaan rendah
PARTISIPASI
MASYARAKAT
Bentuk
partisipasi masyarakat adalah sumbangsi yang diberikan oleh seseorang,
sekelompok atau masyarakat yang mau berpartisipasi. Adapun beberapa betuk
partisipasi yang diberikan masyarakat dalam pembangunan Rumah Bersalin Nur Suci
adalah sebagai berikut :
1. Partisipasi buah pikiran, seperti : pemikiran
dalam sebuah rapat atau pertemuan
2. Partisipasi tenaga, seperti : tenaga yang
diberikan dalam pembangunan Rumah Bersalin Nur Suci, untuk prbaikan dan
pembangunan desa
Partisipasi dalam pembangunan Rumah Bersalin
Nur Suci ada 2 type :
a. Partisipasi dalam aktifitas-aktifitas bersama
dalam proyek pembagunan Rumah Bersalin Nur Suci
b. Partisipasi sebagai individu diluar
aktifitas-aktifitas bersama dalam pembangunan Rumah Bersalin Nur Suci
ANGGARAN-ANGGARAN
|
Jenis
Pekerjaan
|
Volume
|
Hrg satuan
|
Jlh Harga
|
|
-
Ruang Partus
Pemasangan
lt keramik
Penggantian
plafon
Pengecatan
dinding & plafond
Wastafel
Pemipaan
+ kran
Lampu
penerangan
Stop
kontak + outlet
Pintu
dorong
A.C.
1 PK
|
10 m2
9 m2
45 m2
1 unit
1 set
1 unit
1 set
1 unit
1 unit
|
75.000
80.000
25.000
200.000
250.000
150.000
150.000
1.000.000
3.000.000
|
750.000
720.000
1.125.000
200.000
250.000
150.000
150.000
1.000.000
3.000.000
|
|
-
Dapur
Pemasangan
lt keramik
Pemasangan
dinding baru
Kusen
& jendela
Pemasangan
atap asbes baru
Pengecatan
dinding & plafond
Tempat
cuci piring + pipa + kran
Kipas
penghisap udara
Lampu
penerangan
Stop
kontak + outlet
|
6 m2
10 m2
2 unit
6 m2
21 m2
1 unit
1 unit
1 unit
1 set
|
75.000
60.000
500.000
250.000
25000
800.000
230.000
150000
150.000
|
450.000
600.000
1.000.000
1.500.000
525.000
800.000
230.000
150.000
150.000
|
|
-
Ruang Terbuka/Cuci + Jemur
Pemasangan
lt keramik
Pengecatan
dinding
Pemipaan
+ Kran
Pintu
darurat besi
Lampu
penerangan
Stop
kontak + outlet
|
6 m2
10 m2
1 unit
1 unit
1 unit
1 set
|
75.000
25.000
250.000
1.200.000
150.000
150.000
|
450.000
250.000
250.000
1.200.000
150.000
150.000
|
|
-
Ruang Observ dan Periksa
Pemasangan
lt keramik
Pengecatan
dinding & plafond
Wastafel
Pemipaan
+ kran
Bongkar
dinding u/ penghubung
Pemasangan
dinding baru
Pintu
baru 2 daun lebar
Lampu
penerangan
Stop
kontak + outlet
A.C.
1,5 PK
|
25 m2
110 m2
2 unit
2 set
3 m2
6 m2
1 unit
3 unit
1 set
1 unit
|
75.000
25.000
200.000
250.000
50.000
60.000
1.500.000
150.000
150.000
4.000.000
|
1.750.000
2.750.000
400.000
500.000
150.000
360.000
1.500.000
450.000
150.000
4.000.000
|
|
-
Kamar mandi 2 buah
Pemasangan
lt keramik
Pemasangan
pintu baru
Pemindahan
pintu lama
Pengecatan
dinding
Lampu
penerangan
Kloset
jongkok
Kloset
duduk
Kran
dan pemipaan
Water
heater
|
15 m2
1 unit
1 unit
15 m2
1 unit
1 unit
1 unit
1 unit
1 unit
|
75.000
500.000
300.000
25.000
150.000
120.000
450.000
250.000
2.000000
|
1.125.000
500.000
300.000
375.000
150.000
120.000
450.000
250.000
2.000.000
|
|
TOTAL
BIAYA
|
|
|
32.480.000
|
|
Jenis
Pekerjaan
|
Volume
|
Hrg
satuan
|
Jlh
Harga
|
|
-
Tpt tidur (kayu) + kasur
-
Bed partus
-
Bed periksa pasien
-
Meja resepsionis
-
Meja ruang admin + kasir
-
Meja kerja dokter
-
Filing cabinet 4 laci
-
Lemari pakaian
-
Lemari kecil untuk pasien
-
Inkubator
-
Tempat tidur bayi
-
Sofa ruang tunggu pasien
-
Bangku panjang pengunjung
-
Meja kecil u/ ruang bayi
-
Sterilizer peralatan
|
11 unit
1 unit
1 unit
1 unit
1 unit
3 unit
5 unit
2 unit
9 unit
1 unit
4 unit
1 unit
2 unit
1 unit
1 unit
|
1.000.000
2.500.000
1.200.000
800.000
800.000
800.000
750.000
600.000
350.000
2.500.000
400.000
800.000
400.000
300.000
2.000.000
|
11.000.000
2.500.000
1.200.000
800.000
800.000
2.400.000
3.750.000
1.200.000
3.150.000
2.500.000
1.600.000
800.000
800.000
300.000
2.000.000
|
|
|
|
|
|
|
TOTAL
BIAYA
|
|
|
34.800.000
|
Biaya
untuk perizinan diperkirakan sebesar Rp. 5.000.000,- meliputi pengurusan
data-data pendukung aplikasi baik izin lingkungan, izin gangguan (HO) dsb,
biaya photocopy, pengurusan SIPB serta transportasi.
Langganan:
Komentar (Atom)

